Ya begitu itu!
Apa?
Siapa?
Diri.
Melut-melut kemelut ..."
Apa? Apa? Mau pakai kata-katanya siapa?
Dada kempis. Pengap-pengip.. Tak kuat aku.
Seperti ombak mengobang-ambingku.
Lemah. Tak karu-karuan.
Pundak serasa berat. Tak berkutik.
Kaku jalannya, sempit langkahku, tengkukku diam menegang.
Ya begitu itu!
Ya begini ini!
***
Di semak-semak yang belukar, di rimbun-rimbun alan-alang, di balik rerumputan-rerumputan yang kemilap basah, reranting, dan sela-sela dahan-dahan pohon, udara yang dingin menyejukan, tenang oh!...inilah pagi.
Talu-bertalu suara ayam sahut-menyahut, bunyi kicau berkicau segala makhluk yang di sebut burung, suara derak yang sangat ritmis aneka serangga semuanya bergantian mengalun menjadi satu.
Sesaat setelah berjalan ke sana dan berjalan ke sini, ke dapur-ke kamar mandi, mengambil ini-mengambil itu, menata ini-menata itu, masuk ke kamar dan masuk ke kamar lagi, mengambil sapu-mengambil gelas, melipat ini-melipat itu, bolak-balik ke pojok kamar, mengangkat, mengulung, melipat, menaruh, membawa dan membawa lagi, meletakkan dan meletakkan lagi, mendorong, mengusap, memutar, mengubah, menggeser, menghampiri-menanggalkan, satu per satu, akhirnya lamunan mematahkan semuanya.
***
Beberapa waktu kemudian...
Duduk dengan membolak-balik koran, secara sekilas dan sekilas
Lembar demi lembar tiap judul berita
Serta perut yang semakin mulas, kepalaku bergeming menatap lembar dan lembar dari judul berita; serasa malas. Lemas sekali badan ini