Jumat, 30 Juni 2017

Siapa Tahu!

Hatinya menggumam, jangan melihat langitnya ..lihat manusianya!.
~
Di tengah-tengah berkendara seraya menghirup sejuknya udara, tatapan pandangnya terlihat sedang merenung sesuatu.

(sulit diungkapkan dengan kata-kata)
Syahdu di hari pertama lebaran.
Sayup-sayup keriuhan orang-orang yang saling hilir mudik bersilaturahmi. Ada yang berboncengan di jalan-jalan. Mengenakan busana serba baru. Begitu juga di sudut-sudut gang-gang kampung.
Seolah seperti sedang ada hajatan serentak seluruh kecamatan. Semua rumah dipenuhi blek-blek dan stoples kue dan aneka jajan khas.
Cara dia menatap arah depan seolah diam pada satu titik; redup seperti menerawang. Namun aku tahu. Kedua matanya membayangkan rasa rindu udara di pagi hari pertama Idul Fitri.

Jumat, 23 Juni 2017

Kau Di antara Sesaknya Jalan

KAU DI ANTARA SESAKNYA JALAN
..

Malam menanggalkanku
Melenyapkan kegairahan ingin dan mauku
Melihatmu aku resah dan bosan
Hilir mudik wajah ayu di mana-mana.

Hiruk pikuk jalan ini. ..

Ke mana aku melaju, kau datang dari depan, lalu menghilang begitu saja.
Sungguh mengapa! Mengapa dada merinding salah tingkah karena mengingini. Mengapa hanya sekejap aku melihatmu?
Inginku menggebu mengingini.
Ingin ku dekap. Ku lumat. Ku padang
Dan kuhirup wangimu.

Tapi aku tak bisa memilih.
Aku diperdaya oleh malam. Malam yang menanggalkanku. Malam yang memberikanku rasa payau nikmat tapi tetap pahit.

Selasa, 20 Juni 2017

Udar Rasa 2

Di lihat dari kata-kata.
Take of granted, menjahit sebuah alasan yang di seolah-olahkan. Absurd, terasa bosan di sana! karena bisa jadi ..seperti, menekan tombol "ENTER". Tapi aku tidak berani menghadapi akibatnya.

Meminimalisir atau meredam. Mulia dan dewasa mengatakan, bila sanggup melakukan barang yang sangat tidak kita suka.
Namun, apakah betul aku jatuh suka?
Duduk mendengarkan ceramah. Takut membiasakannya, oh..
Segala macam edit sana edit sini adalah salah tingkah. Hatiku dag-dig-dug karena perasaanku selalu kasmaran.

Mulut siapa, harimau siapa. "Pengalaman cinta ..Tapi banyak yang lupa; yang terpenting itu tidak selalu penting bagi orang ke-3."
Racikan kata nukilan derai kontaminasi pikir.
Aku janji pada kepura-puraan. Yang mengembara tak tentu arah,
Marah-marah begitu cayaha memasuki ruang yang gumpalannya memudar. Biasnya merambat, takut di ungkap dan di cerca oleh orang.
Bagaimana jadinya kohesi melambungkan cahaya kuning yang memendar dari atas tiang tinggi. Rimbuk-rimbuk bergelombang seperti di catok. Namun, itukah spontanitas. Pandangku mengawasi dari jauh, mereka sebenarnya tengah bertasbih. Mereka tunduk laiknya akal tunggal. Tidak seperti panas di dada manusia.

Seorang penulis bernama Pram sedang aku kutip. Sepeser uang yang kudapat dari kibul, kubelanjakan semuanya tanpa sisa. Jam terlihat akan segera tutup, tapi aku panik. Aku tak kuasa oh!, tidak, ternyata aku lupa. Waktu itu siang hari. Sebuah buku yang di himpun oleh sang pengagum.

Seperti saga. Tak ada petang dengan serempak. Maka tak ayal aku malu-malu kucing. Kejujuran mengakibatkan perasaanku mampat. Menyembur ke udara. Banyak yang hilang! Aku memang orang yang tak pandai mencari tahu. Aku mengangguk, kuakui. Sebuah kememangan.

Manusia sekular atau manusia liberal. Yang fatalis maupun idealis. Yang rasionalis atau yang berpadu. Ambiguitas itu hampa. Terkadang perempuan suka munafik. Tapi mereka adalah sang guru. Identik dengan laki-laki. Mulut berbusa-busa biar. Perempuan dominasi setara dengan seorang pria. Melankolis, penuh misteri, dengan tatapannya yang tajam dan kakinya yang jenjang, garis wajahnya terlihat begitu muram.

Tapi aku pernah bertemu dan mewawancarai seorang anak manusia. Umurnya masih muda. Rambutnya lurus berbelah tengah, berombak dan panjangnya hampir sebahu.
Aku kagum melihat senyum pasrahnya memancar ketika tergoda oleh pertanyaanku. Sebisa mungkin kugoda dengan berbagai pertanyaan.

Tapi aku tetap tak habis pikir jika teringat sewaktu dia di pinggir jalan naik sepeda lalu berpapasan denganku. Jika aku nilai, ia begitu tegar. Pagi ini aku merenung dan terharu teringat wajahnya. Kuketahui, wajah yang menyeringai penuh sendu itu sebetulnya telah lapuk. Duka nestapa ia bangun dengan tertawa. Aku tahu ia sedang menertawakan diri sendiri.

Sabtu, 17 Juni 2017

Kusampaikan~kkn

Seluruh penghuni grup, saya menyampaikan bahwasanya:

Kita anggap (Tinjau Lokasi). Besok ini: Weekend Vacation's.
Catatan:
Saya harap jamnya enggak elastis telalu siang kayak karet.
Bentuk harapan ini bukan ditujukan untuk menyindir. Namun sekadar peringatan untuk diri saya sendiri.
~
Bagi yg mendiami grup "kerja", gua minta kesediaannya buat kumpul; menggabungkan diri terlebih dahulu di kampus Gelam.

Bay de way ..tapi lagi! Namanya juga weekend vacation's (esensi bukan sekadar jejer berfoto), tapi yang kita cari adalah merekatkan hati ke hati masing-masing anggota kedua kelompok; berbaur membuang rasa canggung satu sama lain sehingga akan menetas aneka kata yang terkenal kita panggil dengan " kompak" dan "solid" serta bernapas kekeluargaaan. Mengenal lebih dalam satu sama lain. Sebab, yg gua tahu cuma itu :)
***

Catatan: buat besok, semua pasti paham! &,

Imagine of contain~kkn

Lakukan Survey

Survey adalah hal yang akan membuat KKN sukses.

"Partisipasi"
Mendekatkan diri pada alam.
Mendekatkan diri pada para warga desa. Semua lapisan (tak terkecuali)

Sopan dalam berkomunikasi. Semakin banyak bertanya ( dengan obrolan-obrolan ringan ) semakin banyak informasi yang didapat tentang desa tersebut.

Karena disinilah mahasiswa di uji: untuk menyusun program kerja logis.

Membuat program kerja apa yang tepat. Juga, solusi.

Tahapan ketiga ini juga akan membuat KKN sukses. Setelah melakukan survey tentu kita akan membuat sebuah program kerja dan rancangan program kerja selama 2 bulan. artinya buatlah program-program kerja yang logis dengan memikirkan waktu Hanya 2 bulan dan jangan pernah menjanjikan program kerja yang sifatnya berbulan-bulan  yang tidak akan terselesaikan selama 2 bulan yang akhirnya akan membuat kecewa serta janji belaka.

ini penting sekali, selain membuat program kerja yang dilaksanakan untuk mencari solusi atas masalah desa itu, mahasiswa/wi juga harus memikirkan bahwa kita sementara dan tidak selama nya di desa itu. untuk itu program kerja yang logis untuk dilaksanakan selama 2 bulan sangat penting.

dengan begitu setelah mahasiswa/wi tinggal selama 2 bulan dari desa tersebut bisa menciptakan masyarakat yang mandiri dan sadar untuk menjalankan program tersebut pasca program KKN telah selesai dilaksanakan. Untuk program kerja tersebut, biasanya dipaparkan pada saat bertemu dengan masyarakat serta tokoh desa,maka dari itu jangan pernah memaparkan atau menjelaskan program kerja yang tidak bisa kalian lakukan.

Pembagian Job Description

Dalam KKN atau kuliah kerja nyata para mahasiswa/wi dibagi menjadi kelompok-kelompok yang biasanya terdiri dari sekitar 8-12 orang tiap kelompok. untuk memaksimalkan waktu 2 bulan selama KKN. pembagian Job Description atau pembagian tugas masing-masing orang sangatlah penting artinya.

Pertama adalah pembentukan struktur kepengurusan KKN mulai dari sekretaris, bendahara, ketua serta yang lebih spesifik itu sangat penting seperti ketua bidang.

Kenapa kita perlu membagi tugas pada saat KKN ? alasanya sederhana, agar KKN bisa sukses serta tidak ada anggota yang menganggur saja dilokasi KKN.

Rapat evaluasi Kerja

Briefing/Rapat Evaluasi adalah kegiatan Wajib Setiap Hari, kenapa demikian karena untuk monitoring kegiatan apa yang sudah dilakukan selama sehari ini. kegiatan apa yang harus dilakukan besok dan untuk melaksanakan serta memastikan program kerja diproposal dapat dilaksanakan semua.

serta laporan keuangan setiap hari, mulai dari pengeluaran hari ini, saldo uang kas dan lain-lain. dengan laporan keuangan, target program kerja agar selalu mengingatkan kita untuk menyelesaikan program kerja kita selama 2 bulan. Kenapa kita perlu melaksanakan rapat, tujuan rapat pada saat dilokasi KKN adalah agar permasalahan yang ada di KKN tidak membesar serta tidak menggangu kinerja kelompok.

agar tidak terlena sudah 2 bulan ternyata program kerja tidak ada yang berjalan, jadi wajib lah untuk meng evaluasi kegiatan kita Setiap Hari. selain itu bisa menumbuhkan rasa kebersamaan kelompok, canda tawa, sedih atau mungkin Curhat, sebaiknya evaluasi dilakukan setelah maghrib atau sesudah makan. Ungkapkan semua karakter kalian seperti apa, agar tidak ada yang tersinggung dengan cara kalian dalam berbicara dan bertindak.

Pikirkan secara Incidental diluar program kerja

selain program kerja yang kita buat pada proposal hal-hal insidental atau tiba-tiba baru muncul ketika kita sudah tinggal ditempat/desa tersebut perlu di pikirkan juga.karena tidak menutup kemungkinan selama survey  kita kurang jeli mendapatkan informasi dan kurang teliti menangkap informasi. jadi jangan ragu untuk melakukan sebuah kegiatan baru diluar program kerja yang ada diluar proposal program kita. bahkan justru terkadang program insidental lah yang lebih mengena dan bermanfaat bagi warga sekitar.

Jangan sungkan komunikasi dengan dosen pembimbing Lapangan

setiap kelompok sudah pasti punya dosen pembimbing Lapangan atau DPL , jangan sungkan berkomunikasi dengan dosen pembimbing kelompok. karena sudah menjadi tanggung jawab dosen pembimbing untuk membimbing anak bimbingan nya terlebih bila anak didiknya mendapati masalah selama KKN. curhat saja kalau ada masalah selama KKN langsung komunikasikan. Apa saja permasalahan KKN, ceritakan kepada DPL agar bisa terselesaikan. Sekedar info saja, DPL biasanya suka datang tiba tiba, jadi pastikan lokasi atau sekretariat KKN kalian selalu dalam keadaan bersih.

Hindari konflik Utamakan tujuan

perbedaan latar belakang serta perbedaan pendapat dengan sesama anggota kelompok biasanya akan terjadi. Biasanya konflik ini akan muncul ketika KKN dilaksanakan mendekati minggu ketiga. Hindari konflik yang hanya akan membuat kalian tidak nyaman dan mengganggu produktifitas kelompokmu dalam menjalankan program kerja. utamakan tujuan yakni KKN buat sehebat mungkin dan sesukses mungkin. apabila ada konflik segera duduk bareng dan selesaikan dirapat Evaluasi Setiap Hari tersebut, agar tidak berlarut-larut dan malah menjadi tidak karuan. Karena konflik sekecil apapun,akan membuat perpecahan.

Kerjakan sekarang laporan KKN

Laporan KKN, ya hal tersebut akan sangat merepotkan apabila tidak segera dikerjakan. Biasanya mahasiswa KKN akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan laporan KKn. Namun tidak perlu khawatir, kami akan memberikan berbagai informasi dan referensi seputar laporan KKN. Untuk yang satu ini adalah mengenai laporan KKN/kuliah kerja nyata dimana selain kita 2 bulan dalam perantauan kita juga harus ingat kita punya kewajiban kelompok untuk melaporkan segala kegiatan/program kerja apa saja yang telah dilaksanakan.

agar tidak membebani setelah KKN dilaksanakan lebih baik segera dan lakukan laporan setiap kegiatan selesai dilaksanakan. artinya yah dikerjakan program kerja serta diselesaikan juga laporan nya saat itu juga, jangan menunggu selesai KKN baru dikerjakan. ini akan menyusahkan teman-teman untuk mengerjakan laporan akhir KKN. jadi lakukan sekarang juga. Tegaskan kepada semua anggota bahwa membuat laporan KKN tersebut adalah tanggung jawab bersama BUKAN hanya tanggung jawab ketua kelompok KKN.

Selain beberapa tips KKN sukses diatas. berikut ini ada hal lain yang juga harus diperhatikan selama KKN. demi lancarnya kuliah kerja nyata tersebut yakni;

Perbanyak bersosialisasi dengan masyarakat sekitar ( membaurlah dengan warga sekitar, terutama pengurus desa, tetangga sebelah sekre ,dll )minggu pertama maksimalkan untuk keliling kampung ( keliling untuk mencari bahan laporan awal KKN, bahan proker KKN, dsb )kendala bahasa jangan jadikan alasan untuk tidak ber interaksi. ( gunakan bahasa Indonesia apabila kalian tidak bisa menggunakan bahasa daerah dimana lokasi kalian KKN. )berbuatlah sekecil apapun yang kamu bisa ( Lakukanlah tanpa menunggu perintah )jangan membawa barang-barang atau berpakaian yang mewah dan nyentrik ( untuk menghindari sekretariat KKN disatroni maling )senyum salam sapa ( ini sangat penting, jangan belagu didaerah orang, tebarkan senyum dan bersikap ramah kepada semua orang akan membuat kalian lebih dihargai )

Demikianlah informasi dan referen

Aku Umumkan~kkn

Aku mengumumkan "Empati lebih tinggi nilainya daripada simpati."
Sahabat-sahabat semua, para punggawa-punggawa, dan perempuan-perempuan tangguh, dan seluruh penghuni grup ini, aku menyampaikan bagi yang betul-betul berkeinginan merapat, tanpa ada udzhur halangan apa pun. ..aku mohon kesediaanmu.

Tempat: Kampus 2.
Waktu: Mari Maghrib.
Membahas: (enggak perlu di tanya)

NB: Saya ada sedikit kesibukan, saya tiba sesudah shalat Traweh.

Senin, 05 Juni 2017

Suratku

Aku takut, bila kenakalan remajanya yang berubah.

Kenakalan remaja itu adalah, kamu masih sering lalai dan enggak menyadari bahwa tugas utama remaja adalah "belajar". Kenapa belajar? Sebab, profesimu memang seorang pelajar.

"Hormat dan patuh pada orang tua."

Adikku sayang.. .apa kamu mau aku kasih tahu resep menjadi seorang pelajar?
Apa kamu mau tak kasih tahu cara membuang rasa malu dan gengsi?

Sejak awal, waktu dulu dan sampai sekarang, kamu sudah aku anggap menjadi adikku sendiri.

Kamu lucu, kamu imut, dan makin bertambah cantik, kamu tumbuh besar, dan postur badanmu makin tinggi. Ibarat ulat saat kemarin lusa, lalu tumbuh jadi kepompong kemarin sore. Tapi saat ini, kepompong itu telah menetas dan kini tumbuh menjadi kupu-kupu yang sangat cantik dan menawan.

Tapi cantik beda dengan indah.
Cantik saja belum tentu indah. Wajah yang cantik masih memerlukan indah dan keanggunan, serta
Kamu mau, tak kasih tahu supaya cantik tapi juga tampak anggun, indah, arif dan bijaksana?

Jangan ambisi untuk jadi cantik. Sebab, cantik juga bisa mencelakakan. Yang terpenting berusaha untuk dewasa; tampak anggun, bijak dan dihormati. Jadi!, tutupi cantik itu. Kalau bisa sembunyikan. Ada cantik yang hanya ditampilkan khusus buat suami. Bisa juga, cantik sebagai tauladan memengaruhi ke kebaikan. Mencari manfaat yang positif bagi orang lain.

Minggu, 04 Juni 2017

Festival Film Cannes

Mouly, aku ingin melihat wajahmu dari dekat.
Juga, oh! "Marlina" kau adalah film ke-7 yang di tonton oleh mereka-mereka; orang-orang berkulit putih, rambut pirang, berbadan tegap, dan tinggi-tinggi. Aku bangga denganmu oh, "Marlina; Si Pembunuh dalam Empat Babak".
Tapi sampai sekarang, (ingin sekali) aku pun belum pernah melihat enam film dari pendahulumu yang sudah di kenal dan berhasil di putar dan dinikmati oleh mereka.
Oh, Marlina. Termasuk kau Marlina, keberadaanmu di sana (musti) patut menjadi penyemangat para sineas agar mampu berkarya lebih baik; membuat film-film yang bagus, bermutu, serta mampu mengangkat nama Indonesia dan sineasnya.
Benar apa katamu Mouly, "Film bukan sekedar produk bisnis, melainkan produk kebudayaan".
Dan untuk Cannes. O Cannes, bagaimana rasa pasir pantaimu? Bagaimana (rasanya) jika kujejalkan kaki telanjangku?
Menghirup udara dan menikmati ombakmu, atau kuselami air jernih hangat dan terik mataharimu?