Sok TEGAR, tapi dalamnya selalu bisa aja kita di buat hoopless. Selalu kebawa pikir dan selalu mencuri perhatian. Tapi yang saya alami ini aneh.(sangat aneh) memang sebuah kememangan.
Ngomong apa si, nulis apa si?. Ya inilah kena pengaruh buku apa si ini, aduh bingung situasinya ini tidak fokus, sebenarnya semuanya itu bisa saya kumpulkan. Jika kita punya kemampuan, aturan memampuan daya berfokus mulai proses awal. (AH kamuuuu!) bicara apa si? Ini dari tadi gak ada yang bisa dicerna kata-katanya, i just wanna say mymen..(bawaannya flashback mulu, tapi lagi gak tertata ini) berantakan, maksud nya? (wes terserah wes!!!)
Oh DAMN! “gaya-mu oh damn2”.Dari awal sejujurnya yang saya ingini “move on” tapi bagaimana memulainya?. Enaknya ngapain ya? Dan saya punya rencana lain . (omonganmu jiplak semua bro!) bayangin gimana ya kalau orang lain ..AAAhh gak bakal ada yang suka .(siip dari dulu memang tidak ada yang suka)
Beda contects. Enak banget ya. Andai saya bisa ngerasain sekaligus berada di dalam thats situation. (apa!, ngomong apa??) iya si, saya tahu ini gak mungkin. Tapi karenanya adalah karena belum “saatnya”. Tapi yang saya alami ini sangat aneh (kenapa? Gak usah malu! Bro) siapa yang bilang itu tadi? Hei.. Tulisan saya gak akan pernah selaras gak tahu harus cari pengalaman apa untuk bisa latihan (Lagi sterss!!!!).
Takut tergerus, takut kepikiran, takit terbawa hasuttannya, pandangan kebawa suasana.
Memang sulit rasanya tidak bisa diibaratkan dengan rasa sakit, di bilag sakit ,tidak. Dibilang sok tegar tapi, dalamnya (mendung kemudian hujan lebat) Itu namanya “Galau” bro! Iya tapi berusaha membiasakan, trus ingin membuangnya jauh-jauh tapi selalu ada aja pemicunya.
Bisa gak ya, hari ini saya mencoba ingin merangkai apa yang telah saya lalui dari pagi tadi, tapi sulit tiba-tiba saya, Memang sih harus diterima adalah badan saya mulai menuju polos, panas, lunglai, bersin-bersin, tenggorokkan gak seperti biasanya, (banyak ngeluh!!.) otak rasanya kehilangan fokus, mulut rasanya haus terus. Tetapi tetap harus saya menjalankannya. Sesulit apapun musti di maksimalkan. Suara saya juga ikutan berubah, ditambah lagi tengkuk ini muncul pusing.
Pagi itu saya mulai dari sehabis shalat subuh. Lalu, sehabis matikan lampu, rencananya saya ada janji. Karena sudah janji, ya diusahakan. Janji ini datang dari keinginan saya sendiri gak ada keterkaitan yang terkait. Bermula dari kegakenakkan saya menyimpan baran pijaman yang tak kunjung dikembalikan oleh saya, (hehe2 buku2! Barang yang saya pinjam itu). Terus saya meminta pertolongan yakni minjem.. (pinjam apa?) printer yang saya pijem itu, oh trus dikarnakan dokumen yang di print oleh saya terlalu banyak, menurut Beliau, yaitu yang saya anggap teman saya ini. Saya diminta untuk ngasih semampunya saja.
Karena waktu itu adalah belum tanggalnya saya dapat upah saya, yang tiap bulan tidak menentu ini alias gak pernah rutin keluarnya. Akhirnya saya cuman bisa memberikan konfirmasi bahwa saya akan beri tapi, bukan di hari ini, dan saya menjanjikan akan kesana bila yang saya tunggu2 ini telah dikasihkan.
Malam itu, adalah malam yang penuh dengan kebesaran-Nya. Maka sewaktu saya sedang di jalan menuju tempat kerja sekaligus rumah tinggal saya. Di jalan saya berpapasan dengan salah satu teman saya waktu di SMK dulu.
Ia adalah kakak kelas saya, namanya Rizal
Tidak ada komentar :
Posting Komentar