Rabu, 08 Maret 2017

Rabu. 8 Maret

Tidak seperti kemarin lusa. Kuning mentari langit menyalang nan indah.
Pukul 08:40.
Semua pekerjaan yang di mulai di hari sabtu, selama empat hari penuh kini akhirnya selesai. Pagi ini dua orang tukang dan kuli itu pindah dipekerjakan di rumah ibu T mengerjakan pemasanga paving.

Beberapa saat yang lalu sejak terdengar suara ibu memanggil aku ingat jarum jam masih di angka tujuh lebih-kurang. Selama hampir satu jam setengah aku bergelut dengan pekerjaan bersih-bersih di dalam rumah ibuk. Dari mulai menyapu semua lantai, setelah itu mengepel, membersihkan jendela kamar dengan lap basah juga, mencuci kain lap kotak-kotak milik ibuk. Ini merupakan hari yang ke-tiga. Di mulai dari hari senin hingga pagi ini, sudah tiga hari aku tidak masuk kuliah. Minggu ini adalah minggu ke dua setelah liburan semester. Sekarang aku naik ke tingkat Ⅵ. Itu tandanya, tinggal dua semester lagi; dan setelah itu lulus. (Apakah bisa?)
Aku membawa dua timba yang aku ambil dari pawon belakang. Kugunakan untuk mengambil air di kolam lalu kusirami semua tanaman milik ibuk yang ada di sekitar rumah. Ada tanaman lombok, pohon mangga, sirih, anggur, jambu, serta kemangi yang banyak di mana-mana.
Setiap perintah berarti amanah. Ibuk mewanti-wanti agar tetap menyiraminya tiap pagi-sore meskipun dia sedang tidak berada di rumah.
                              ***
ーpukul 13.08 sekarang ini. Sekitar...entah berapa kurang lebihnya. Seingatku mungkin tadi baru pukul 12.04. Begitu para jamaah dhuhur pulang langsung aku bergegas. Dengan masih mengenakan sarung dan baju koko, dan tanpa, alias lupa tidak memakai helm pula aku langsung naik motor dan kupacu secepat mungkin menuju rumah. Nah, ini catatan waktu yang sengaja aku rekam di smartphone: 47menit.

Berhadapan dengan orang yang sangat..sangat-sangat berjasa, eh, bukan...bukan berjasa. Melainkan, seperti atasan, majikan, orang baru kenal, atau seorang bos yang sudah tahunan menjadi bawahannya. Tapi yang aku alami ini, dia seorang yang pandai, kelewat ampun dalam menggunakan tegas untuk mencekik segala gerak-gerik seseorang. Bosku sangat mampu leluasa ketika membawa peran menjadi lebih lembut, lalu berubah sangat tempramental. Segala sesuatu ia pandang dari seberapa jujur dan kuat atau seberapa kaya bawahan memakai akal atau kecerdikan. Seberapa mampu membawa amanah, dan menjaga sebaik-baiknya apa-apa yang telah di pasrahkan.
ーsekarang, seperti malam-malam biasanya, selepas isya' di mana waktu senggangku, kebebasanku, waktu yang amat berharga yang andai ada atau sedang tidak adanya ibuk di sini kugunakan sebetul-betul penuh manfaat; membaca, menulis, mengerjakan tugas, atau sesuatu yang berguna benar untuk memupuk kapasitas sebagai calon manusia bermasadepan, atau sebagai penebar ilmu dan pembelajar.
Semua yang aku tulis sesungguhnya adalah apa-apa dari keseharian, dan,  itu pasti. Tapi juga, merupakan wadah-ungkapku menyatakan keinginan unjuk keterusterangan dan sejujur-jujurnya uneg-uneg dari sekeliling, langkah, apa yang ku hadapi, rasai, yang ada di sekitarku.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar