Selasa, 18 Juli 2017

Langit di Luar Masih Gelap

*Ketika perempuan di speak melalui What's Up!*
Karena sekarang masih subuh ..di luar masih terpampang gelap.
Saat ia mau mengetik, aku tahu degup jantungnya begitu menggebu-gebu karena senang. Aku juga turut gembira melihat wajah yang begitu semringah pagi ini. Aku terus menatap setiap gerak-geriknya dari sini. Air muka sendu, tapi menyimpan sesuatu.

Lalu sepintas, kulihat ia tiba-tiba mengurungkan niatnya secara mendadak. Jemarinya berhenti mengetik seketika. Aku jadi tak habis pikir sekarang!. Ia berpikir bahwa dirinya harus bisa mengendalikan rasa bahagianya itu. Jika tidak, itu dapat merugikannya esok hari. Beberapa saat seketika rasa euforia itu mulai surut. Normal kembali. Namun, sekuat apa pun ia menahan, letupan kata-kata yang bersarang di degup jantung itu akhirnya ia tuangkan juga. Kali ini ia memilih lewat kertas. Sekarang ia bergeser dan menutup aplikasi What's Up!. Ia mulai menulis dan merangkai perasaan berbungah-bungah yang tadinya ingin ia kirim ke salah seorang perempuan. Sambil menyalakan sebatang rokok, ia terus menyusun kata demi kata. Pena yang ia pegang terlihat mengalir dan begitu lancar. Beberapa saat kemudian, kulihat sepertinya ia mulai bosan. Aku juga turut bingung. Mungkin apakah ia mengalami kebuntuan dalam berimajinasi? Setelah aku mencoba menerka alam pikiranya, Ough!, ternyata ia benar-benar kebingungan. Air mukanya berubah menjadi sombong. Ia merencanakan hasil ungkapan hatinya akan ia share dalam grup teman-teman kkn.

(*) Tanggulangin/ Tuesday, Jule 18

Tidak ada komentar :

Posting Komentar