Di bawah ini editing dari buku bacaan yang menarik untuk di baca,
renung, atau buat menambah pemahaman. Buku jenis How to yang terbit tahun 1988 dari penerbit “ANGKASA” Bandung, ditulis
oleh Henry Guntur Tarigan. Sebuah “kata
pengantar” yang ditulis sendiri dalam buku itu, di dalamnya seolah dipertegas
dengan sindiran kecil di akhir paragraph dengan mengatakan,”Kita harus sadar, bahwa
neraka yang paling mencekam dalam kehidupan adalah, tiadanya kemerdekaan bebicara,
seperti yang pernah dijalankan oleh kaum penjajah kepada para pejuang
kemedekaan dalam sejarah bangsa kita”.
Di pungkiri atau tidak, sungguh kememangan bawasnya ‘berbicara’ adalah
sebuah daya yang ampuh untuk sebuah pemersatu.
Ngomongin berbicara secara kekeluargaan, disitu, tak ada dari kegiatan manusia yang
lebih menyenangkan daripada hiburan atau pertunjukkan kelompok. Berbicara
secara kekeluargaan, di dalamnya terdapat suatu yang menggembirakan yang dapat
dinikmati bersama, serta dapat meninggalkan kesan yang senang secara pribadi.
Pengalaman-pengalaman
manusia diperkuat serta ditingkatkan dengan jalan menceritakannya kepada orang
lain. Tak ada wadah lain yang lebih sesuai untuk maksud-maksud seperti ini
Tidak ada komentar :
Posting Komentar