Minggu, 02 April 2017

Tambal Sulam

Ku lipat di atas kertas, ku bentuk menjadi pesawat, kulayangkan di udara hingga masuk ke rumahnya Si Luthfi. Quddus berseru-seru ingin menanyakan sesuatu. Tapi angin yang menjawab. Ia frustasi. (Kasihan). Beberapa hari berlalu, ia memilih menceburkan diri ke laut. Laut yang bernama YouTube. Gerah karena resah yang berkepanjangan ia putuskan untuk menyelam tanpa menggunakan alat sama sekali. Nekat. Ceroboh. "Seorang penjagal tertekan mengapa hari itu ia harus memenggal leher kaisar." Menurut ceritanya,  ikan-ikan sangat ramah di dalam sana. "Dingin yang amat sangat telah menyebabkan semua makhluk membeku."Kemarin, aku dengar ia terapung tak sadarkan diri di tepi pantai LOSARI. Warga setempat iba menyaksikan pemuda tergeletak tak sadar dengan wajah tersenyum karena pingsan. Perut buncitnya makin membesar karena banyak menelan air. "Kesialan terbesar (menurutnya) adalah berpasangan dengan perempuan yang sangat percaya pada mimpi." Setelah di bantu melalui nafas buatan, ia muntah dan memekik secara tiba-tiba menyebut-nyebut namaku. Tadi sore, ia mengirimkan pesan singkat dan menceritakannya semua padaku. Ketika di kedalaman lautan YouTube, ia berjumpa dengan penyu dan seekor ikan lohan dan gua terumbuh karang paling aneh. Bin ajaib, (katanya) goa itu bisa berbicara menggunakan bahasa manuisia. Goa itu memperkenalkan diri bernama "Mario Teguh". Temanku ini bercerita bahwa, ia mendapatkan banyak nasihat setelah konsultasi dengan gua itu. "Sekali-kali bersepedalah ke neraka. Tentu Anda harus bersahabat dengan api agar tidak merasakan api yang menyengat. Tentang bersahabat dengan api bertanyalah kepada iblis. Tentang bagaimana bertemu dengan iblis bertanyalah kepada ular. Tentang bagaimana bisa berbicara dengan ular bertanyalah kepada Nabi Sulaiman." Setelah ngobrol panjang lebar dengan gua yang penuh lumut dan batu karang, ia pamit. Ia diberi hadiah kenanga-kenangan, ー(bunuh dirimu setelah kau mengetuk kepala tiap orang yang kau temui dengan palu ini, sampai mati) ー"jika bunuh diri menjadi agama yang paling cocok, siapakah tuhanmu?", "jika gerak kebencian melampaui kecepatan mobilitas cinta, maka dunia akan runtuh.", "Manusia itu pusat dari segala kehilangan dan hasrat adalah arah dari segala penemuan"
NB: Tambal sulam, dengan fiksi mikro dari bukunya Triyanto Triwikromo.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar