Cerminan hati orang
yang merekam setiap penjelasan yang beliau terima semasa menimba ilmu. Dia selalu
bisa; berupaya untuk terlihat terkesan dan tertata begitu apik.
Kita yang hadir dan mendengarkan materinya dibuat merenung. Dia memang
seorang penceramah yang pintar meramu berbagai informasi yang kita ketahui lagi ramai dibicarakan oleh orang-orang.
Enak didengar dan nyaman ditonton. Pendengar dibuatnya terpingkal-pingkal oleh setiap ide yang beliau kemas
dengan bahasa yang cocok dengan kehidupan keluarga sehari-hari.
Beliau yang saya kenal memang sangat lucu, sering membuat orang ketawa sampek sesak, karna basic tradisional Jawi Ngokoh yang diucapnya benar-benar konyol dan memang itu yang biasa kita omongkan dan semuanya dibuat menyadar oleh kata-kata begitu mudah beliau pelesetkan. Sehingga kita semua yang hadir merasa krasan sekali oleh model tausiyah yang beliau kemas tersebut.
Semakin malam. Entah kenapa dikepala saya ini makin terus didatangi oleh referensi yang berubah-ubah dan tak mungkin mampu keinginan ini untuk merangkainya semua dan menuangkannya di lembaran tulisan. Semuanya ini tak terbendung, begitu mudah mengalir tapi sebenarnya bermula dari seseorang yang sangat dihormati dan dihargai sosoknya oleh orang diluar sana.
Beliaulah yang telah menyulut mengawali kecermelangan berfikir ini secra tiba-tiba di datangi begitu banyak hal-hal yang asyik untuk disusun dan ditulis.
Banyak yang ingin di sampaikan aslinya.
Di sini yang menjadi awalan, yakni naluri indah seorang yang mampu mengemas se-apik,
selucu sampai gairah ini terus timbul. Dan sulit untuk
menjangkau semuanya; maksudsaya menari apa-apa yang saya lihat sekarang dan ditambah disekeliling
angan-angan yang ingin saya tangkap semuanya.berhubungan dengan acara yang mau
saya hadiri untuk memupuk motivasi alias merambah pengalaman.
Dan ini baru pertama kali. Besok adalah acara launching buku yang diadakan
teman-teman dari fakultas Studi Islam atau “Ma’had Putri” di kampus saya.
Maka dari itu malam ini. Kepala ini menginginkan untuk
merencanakan pertanyaan apa yang akan saya tanyakan nanti. Sering saya bingung
seperti saat ini. Sepi. “yang namanya malam ya pasti suasananya gelap” dan ini memang sepi,
sendiri, ditemani segelas kopi yang baru saja saya buat sendiri di dapur. Beginilah
keadaannya. Saya yakin di luar sana jangankan diluar sana, dan itu pasti ada.
karena sepanjang jalan yang di tengah-tengah ada sebuah gang kecil dan gelap, atau disekeliling tetangga rumah ini jelas ada orang-orang yang lagi kumpul dengan segala bentuk keriuhan yang dibikin oleh mereka sendiri.
Tapi itu mengasyikkan walaupun sedikit.
Tapi di tempat saya duduk ini terutama dalam bayangan yang di dalam kepala ini sedari tadi
terus tak terbendung oleh kedatangan referensi dan membikin suasana hati ini nggak merasa
sepi. Lebih nikmat karena ditemani segelas kopi bikinan sendiri.
Sekian detik yang tercipta tapi terus bergulir sedikit demi sedikit dan perlahan makin membuat mata ini mengantuk. Tapi ini kepala dan hasrat untuk terus menulis makin mengiang-ngiang.
Masih penasaran ingin merangkai kata yang terus muncul. Mendeskripsikan omongan beliau seorang penceramah yang asyik mengacu pada acara launching buku yang ditunggu-tunggu hati ini berdebar karena perasaan senang.
Cerita yang di tausiyahkan beliau memang cerita yang baik untuk menyaimpaikan pemikira.
Kita semua di rangkul dengan kata-kata yang sangat menyentuh emosi. Saya menemukannya kalimat ini cocok untuk dituliskan
di sini. Dari seorang sastrawan favorit saya, makannya saya mengutipnya. “Dan cerita yang baik selalu menjadi perangkat yang tepat untuk menyampikan pemikiran, karena ia tidak pernah menggurui”. Ada lagi “Dan menuturkan cerita yang bagus adalah urusan yang sulit. Dibutuhkan wawasan yang luas dan ketrampilan mendongeng agar gagasan yang kita sampaikan bisa terus melekat di dalam ingatan orang”.
Pertanyaan saya: (saya gugup untuk berkata lewat suara saya sendiri)
“Motivasi saya hadir disini adalah untuk bisa mendapatkan buku ITU. Tapi bagaimana ya caranya? Saya yakin. Sejak pertama saya ngelihat informasi ini. Saya langsung bermimpi “bisa nggak ya, dengan cara saya datang dan menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan lalu menyimpulkan sebuah pertanyaan yang supaya saya memperoleh hasil dari gerak saya datang kesini. Yaitu makna.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar