Hobi itu menurutku masih lemah. Hobi berawal dari proses ketaksengajaan. Dalam prosesnya ada rasa tergugah. Kemudian timbul rasa penasaran atau terinspirasi untuk meniru. Lalu muncul dan berawal dari kesukaan. Dan setelah itu diubah menjadi kegemaran dan diproses ujung melahirkan yang namanya rasa cinta. Tapi hobi tidak bisa dipandang remeh juga. Karena dikala melakukannya kadang kita masih dengan sambil lalu bahkan intensitasnya kadangkala naik-turun. Bisa dibilang enggak serius; kurang sungguh-sungguh. Hobi itu menurutku masih enggak ada apa-apanya dibandingkan cinta. Sebab hobi adalah cikal bakal. Itu masih merupakan tanda-tanda gejala. Dan itu masih proses awal menuju cinta atau prioritas watak yang mewujud pada pola pikir dan kekhasan laku, dan semua gerak-gerik seseorang. Itu yang disebut kecintaan. Aku mengibaratkan semua itu sebagai suatu tahap ---ada rangkaian tahapan di dalamnya.
Aku suka berdiam diri dan mengkhayal dan sesekali melamun. Aku juga suka mengamati raut muka seseorang ketika menerangkan sesuatu. Memerhatikan pandangan matanya, berkedip serta bersamaan dengan gerak bibir dan gaya nada dan caranya mengatur intonasi lalu juga ketika menarik dan menghembuskan napas.
keti dan tingkah laku orang ketika diam, merenung, tertawa, atau
Tidak ada komentar :
Posting Komentar