Kamis, 23 Februari 2017

Aktivitas mulai Kamis

23 Februari ---Jam tujuh belas kosong tujuh. Sore hari.
Kau selalu lupa bahwa melamun itu jurang kesia-siaan.
24 Februari ---Jam sebelas kosong enam. Sayup-sayup rekaman kaset mengalun dari masjid-masjid terdengar syahdu. Jum'at yang terik identik dengan saat-saat dimana orang-orang dengan ibadah salat jum'atnya, berjalan kaki, naik sepeda, pakai motor atau mobil, pergi ke masjid. Bila sang muadzin tengah berteriak lantang mengumandangkan adzan yang merdu, ia dan sederet orang akan menanti sambil berdiri meresapi alunan khidmat itu hingga usai, baru mencari shaf untuk salat dua rakaat.
Hilir mudik orang-orang mengantre buat ambil wudhu. Sandal-sandal dan sepatu-sepatu berjejalan dan saling tumpang-tindih. 
(Jam 16.27), Muram. Tak dapat dinyana, kadang-kadang tiap kali menaruh buku berhenti sejenak dadanya selalu meringik kesal. Iri  bertubi-tubi tertumpuk bertahun-tahun. Sambil mengeluh tak jelas kemudian menoleh pada kotak rokok yang tergeletak di atas babut. Dihampirinya, lalu seperti orang mengingat-ingat; seingatnya ia tadi menaruh bensol kecilnya di dalam kantung kresek bercampur buku yang ia bawa dari Putat.
(Jam 19.52), Di ujung barisan, di tengah prosesi doa selepas salam. Sembari terpejam ia memikirkan apa yang akan ia lakukan di waktu turun isya' ini. Waktu yang ia anggap kebebasan sebagai permulaan malam yang bisa ia gunakan untuk bereksplorasi.
Ia bingung, lalu terkaget ia bahwa ada janji dengan Pak Sarkawi. Dua hari lalu mereka saling sepakat bahwa ia akan mampir ke rumahnya meluangkan tenaga sebagai tukang pijit dadakan.
(Jam 01.14) Matanya melek, namun kantuknya mulai berat, dan agak buram.
25 February ---Jam delapan dua belas. Ia duduk di sebuah kamar di rumah ibunya.
(Jam 12.41) Ia ingin mengungkapkannya tapi selalu buntu dan tak tahu bagaimana cara menuliskannya. Siang ini. Ia duduk di kursi sambil merokok. Sedetail-detailnya, ingin ia kemukakan suatu rasa yang terendap, runtutan permulaan, rasa jengah, memadu-padankan kata, ia sangat ingin sekali terbiasa, kuat, dan mencintai ekplorasi merangkai dan berwawasan luas untuk memilih kata yang tepat agar terlukiskan gejolak amarah melalui tulisan.
Kini rokok yang ada di tangannya sebenar lagi akan habis. Tiba-tiba, dengan santainya putung rokok ia lemparkan begitu saja di lantai.
(Jam 23.23) Malam ini malam minggu. Sewaktu maghrib tadi, di dalam salat, pikirannya melayang memikirkan sesuatu. Rencananya, selepas isya' nanti ia ingin ke Palm Putri. Sudah lama sekali ia tak pernah hadir dan gabung ke acara rutin Diba'. Apa boleh buat, selepas isya' ternyata mendadak gerimis, tetapi, rindu dan hasratnya ingin memukul terbang sekaligus jumpa teman-teman lama sudah meradang sejak di dalam salat tadi.
26 February--- ia mencoba mengingat-ingat kembali sekarang. Sebab, esok pagi tanggal 27 adalah permulaan kelas kuliah dimulai.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar