Rabu, 01 Maret 2017

Diary Kecemasan

Selasa, 28 Februari ---
Mana bisa santai! Diri membayang-bayang suatu kedatangan. Apa mungkin hari ini. Banyak yang masih belum di tumpas. Semuanya utuh!. Takut atau bodoh?. Takut bencana kemarahan akan datang, kekecewaan yang meledak tak karuan, takut-takut-takut, takuuut...tapi, mengapa badan ini persis batu atau patung yang tak bergerak sedikit pun!. Sadarkah kau? Di dalam sana masih banyak, banyak, banyak, dan banyak sekali. Tak tersentuh sama sekali. (*)
Perasaan tenang. Apa karena ini sudah pukul 22 lewat? Tidak juga. Sedikit sekali. Tetap saja tapi. Semuanya, bisa terjadi. Aku jadi takut lama-lama, oleh, sewaktu-waktu. Ditemani biskuit coklat, bengong, sambil menghisap rokok aku bertanya; menghardik diri apakah esok sanggup? Jawabnya tak tahu. Benar, bagaimanapun memang tergantung masing-masing. Diri yang menentukan. Tapi inilah yang sulit. Sisi lain dari diri tiap saat gampang berubah secara tiba-tiba. Tapi celakanya dia ingin tidak ambil pusing. Terus menyepelehkan. Enteng, anggapnya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar