Ketika engkau bersembayang
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan allahu akbar
Bacaan Al-Fatiha dan surah membuat kegelapan terbuka matanya
Setiap doa dan pernyataan pasrah membentangkan jembatan cahaya tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
Ruku'lam badanmu memandangi asal-usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta allah hati gerimis
Sujud adalah satu-satunya hakikat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
Ilmu dan perdebatan takan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali
Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan diperas jiwa dipompa tak terkira-kira
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya
Sembahyang di atas sajadah cahaya
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang dan waktunya
Yang tak bisa dikisahkan pada siapapun
Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu Fisika
Hatimu sabar mulia, kakimu seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala, seluas 'arasy sembilan puluh sembilan
Tidak ada komentar :
Posting Komentar