Sabtu, 08 April 2017

Sajak Apa,

Tahu, tapi tak tahu bagaimana cara.
Sulit di ajak bicara, apa aku yang tak tahu cara.
Penghuni kelas, kau anggap seperti ini apa? Mengapa kau seperti orang lain, asing, tak biasa.

Lelah dengan muak-sangka
Kau bermata sebelah

Menahan mata terkantuk-kantuk
Yang aku tulis adalah untukmu.
Derita dan gelisah lahir rasa tak puas

Karena lagu yang aku mengalun
Hati tertambat ingin mengirama
Aku selalu melihatmu dimana-mana

Meringis kesal karena haru melihat seorang perempuan pencerita handal remaja yang baru dewasa sedang menekuri kata-kata sebelum hasil ketiknya dimuat di seantero media cetak.
Meski aku tak paham liriknya, tapi aku terharu dengan bayangan serta imajinasi sendiri.
Di harian Republika ada beberapa; tapi sekarang menyeruak bertebaran.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar